Mengembalikan Jati Diri Bangsa: Pengemis

Suatu waktu saya pernah membaca di koran Kompas tentang juragan pengemis di Surabaya. Dengan menggunakan topi caping yang menutup sedikit wajah sang juragan, pengemis tersebut berpose di depan 2 mobil model Kijang. Tapi disini dia bukan sedang menjadi pengemis karena memang kedua mobil tersebut adalah miliknya.

Sementara di kota-kota besar seperti di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan tempat yang lain fenomena pemandangan pengemis yang memenuhi perempatan-perempatan jalan besar bukanlah hal yang asing.

Dari balita sampai lanjut usia cukup bervariatif menggunakan berbagai cara memelas kepada para pengendara mobil/motor berharap mendapat recehan 100, 500, 1000, dan seterusnya.

Kita sebagai orang yang iba tentunya tanpa pikir panjang untuk mengulurkan tangan kepada mereka. Namun pernahkah kita berpikir untuk masa depan mereka atau hanya memikirkan sesuatu yang bersifat sesaat.

Pekerjaan pengemis cukup menjadi favorit. Bagaimana tidak dengan modal muka memelas anda bisa mendapatkan penghasilan 50rb – 100rb perhari atau 1,5juta – 3juta per bulan. Wow jumlah yang cukup banyak bukan?

Menurut anda bagaimana seharusnya menyikapi maraknya trend mengemis ini?

0 comments ↓

There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment